diposkan pada : 24-08-2016 14:30:28 syahna aksesoris - jual souvenir pernikahan murah - toko souvenir pernikahan- grosir souvenir pernikahan -

souvenir pernikahan murah kisah Luqman AL-Hakim dan Keledai, tapi alangkah baiknya kita  mengenal sedikit siapa itu Luqman Al-Hakim. Luqman Al-Hakim adalah  seseorang yang istimewa, yang namanya Alloh abadikan dalam Alquran.  Beliau bukanlah nabi atau rosul, tapi pola didik terhadap anaknya patut  dijadikan panutan. Dialah Luqman Al hakim. 
-----------------------------------------------------------------------
Pada suatu hari, sang ayah mengajak anaknya pergi ke pasar untuk  menjual seekor keledai. Merekapun lalu pergi ke pasar bersama-sama. 
Karena keledai itu kecil, maka sang ayah meminta anaknya untuk naik ke atas keledai, sementara dia sendiri berjalan di sampingnya sambil menuntun leher keledai itu.  
Di tengah jalan mereka bertemu dengan seseorang. Lalu orang tersebut  berkata,”Alangkah tidak sopannya anak ini. Dia enak-enakkan naik  keledai, sementara ayahnya hanya berjalan kaki.” Mendengar perkataan itu sang anak lalu turun dari keledai dan meminta ayahnya untuk naik.  Beberapa saat kemudian mereka bertemu dengan orang lain lagi dan orang  itu berkata,”Betapa teganya orang tua ini. 
Dia naik keledai sementara  anaknya yang masih kecil dibiarkan berjalan kaki.” Mendengar perkataan ini sang ayah berkata,”Nak, mari, naiklah keledai ini bersama ayah.” Lalu mereka berdua naik keledai itu bersama-sama. 
Kemudian mereka bertemu seseorang lagi dan orang tersebut berkata,”Kasihan, keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang.” Mendengar ini mereka berdua lalu turun dari keledai dan hanya berjalan kaki.  Ketika mendekati pasar, mereka bertemu dengan seseorang dan orang itu  berkata,”Mengapa kalian berdua tidak memanfaatkan keledai itu, untuk apa  kalian berjalan kaki jika ada keledai yang bisa kalian naiki?” 
------------------------------------------------------
Sampai di sini sang ayah lalu berhenti dan berkata kepada anaknya,”Nak,  Lihatlah, jika kita hanya menuruti perkataan/pikiran orang lain, maka  tidak akan pernah ada habisnya dan bingunglah kita jadinya. 
------------------------------------------------------
 Ketika Luqman dan anaknya dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman  al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap orang-orang dan keusilan  mereka tadi.
 
Luqman berkata, “Sesungguhnya kita tidak bisa terlepas dari gunjingan orang lain.”
 Anaknya bertanya, “Bagaimana cara kita menanggapinya, Ayah?”

 Luqman meneruskan nasihatnya, “Orang yang berakal tidak akan mengambil  pertimbangan melainkan hanya kepada Allah Swt. Barang siapa mendapat  petunjuk kebenaran dari Allah, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam  mengambil keputusan.”
 ---------------------------------------------------- jual souvenir pernikahan
Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku,  carilah rizki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya  orang fakir itu akan tertimpa tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya  (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai  orang) dan hilang kemuliaan hatinya (kepribadiannya). Lebih dari sekedar  tiga perkara itu, orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan  menyepelekannya.” 
--------------------------------------
Awal Sumber : Dari Seseorang

Artikel lainnya »