diposkan pada : 01-02-2019 15:17:00

Doa yang kupanjatkan ketika saya masih gadis:

"Ya Allah beri saya calon suami yang baik, yang sholeh. Beri saya suamiyang sanggup kujadikan imam dalam keluargaku."

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:

"Ya Allah beri saya anak yang sholeh dan sholehah, biar mereka sanggup mendoakanku ketika nanti saya mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus."

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
"Ya Allah beri saya kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islamiyang baik meskipun mahal, beri saya rizki untuk itu ya Allah...."


Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
"Ya Allah..... jadikan ia murid yang baik sehingga ia sanggup bermoral Islami, biar ia sanggup khatam Al Alquran pada usia muda."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku. Ya Allah saya tidak ingin ia mengumbar auratnya, alasannya ialah ia mirip buah yang sedang ranum."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami."
Souvenir Pernikahan murah
Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
"Ya Allah jangan kamu putuskan tali ibu & anak ini, saya takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan ia alasannya ialah ia akan ikut suaminya."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, alasannya ialah saya ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, saya membayangkan Allah tersenyum dan berkata.....
.
"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah? Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"

"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu. Jangan egois begitu...... .. masak engkau ingin anak yang sholehah hanya alasannya ialah engkau ingin mereka mendoakanmu. ...tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, alasannya ialah hukum yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku."

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, alasannya ialah pa?...prestige?...atau....mode? ....atau engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Alquran dan berusaha mengkhatamkannya"

"Bagaimana engkau sanggup menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat? Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku."

"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah kalau anakmu ialah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang ia akan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yang mempunyai ia saja, Aku bebaskan ia dengan kehendaknya. Aku tetap mencintainya, meskipun ia berpaling dari-Ku, bahkan ketika ia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. "

"Anakmu ialah amanahmu, cucumu ialah amanah dari anakmu, berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya."

Lantas...... saya malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri.... Aku aib akan tuntutanku kepada-NYA.. ....Maafkan saya ya Allah....

Assalamu'alaikum. . ..

Pernahkah Anda bayangkan bila pada ketika kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
"Tekan 1 untuk 'meminta'.
”Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
”Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
”Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau....

Bagaimana jikalau Malaikat memohon maaf mirip ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab menurut urutannya."

Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada ketika berdoa, Anda menerima respons mirip ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat, Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail, Tekan 2. Dengan malaikat lainnya, Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah ketika Anda menunggu, Tekan 4. "Untuk tanggapan pertanyaan wacana hakekat nirwana & neraka, silahkan tunggu hingga Anda datang di sini!!"

Atau sanggup juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."

atau...

"Kantor ini ditutup pada simpulan minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin sehabis pukul 9 pagi."

Alhamdulillah. .... Allah SWT mengasihi kita, Anda sanggup menelpon-Nya setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah menerima nada sibuk. Allah mendapatkan setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434

2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di "Buku Telepon" berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul" Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini mempunyai jumlah akses hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya.

Sabda Rasulullah S.A.W :
"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
 

7 Kalimah ALLAH:
1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melaksanakan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melaksanakan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jikalau pengecap terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jikalau merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jikalau menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jikalau menghadapi dan mendapatkan musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat.... mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, alasannya ialah sudah biasa.

Sumber: Ratih Sanggarwati (milis)
 
Artikel lainnya »