diposkan pada : 26-04-2018 11:32:39 undangan pernikahan murah di bekasi - cetak undangan pernikahan murah  di bekasi - jual undangan pernikahan murah di bekasi - blanko undangan pernikahan murah di bekasi - undangan pernikahan unik di bekasi - undangan pernikahan unik dan murah di bekasi

PERTANYAAN

undangan pernikahan murah di bekasi Assalamualaikum Bunda.. Bagaimana Sih Supaya bisa jadi seorang Bunda yang lembut dan sabar ?
Saya sering Banget Marah-marah sama Anak saya yang 1 usianya baru menginjak 4tahun bun.Dia tuch kalau di kasih tau ngga pernah nurut, dan sering suka ngelawan.
Kadang saya sadar tapi ngeliat anak saya begitu marah lagi.. Tolong beri solusi buat saya bun..

JAWABAN
Walaikumsalam Wr Wb,

Dear Para Bunda, Ummi, Ibu, Mama yang dicintai ALLAH….

Mengatur emosi, untuk kemudian mengekspresikannya dengan cara yang tepat adalah hal yang harus dan wajib kita “pelajari” pada awal-awal tahun kehidupan dan Pastinya saat ini hal tersebut sudah terinternalisasi/tersetting sebagai bagian dari karakter dan kepribadian kita. Karena itu, ketika kita menjumpai Saat anak kita susah di atur ternyata kita belum dapat mengatur dan mengekspresikan emosi kita dengan tepat, maka saat itulah diperlukan adanya motivasi yang sangat kuat dalam diri kita untuk berubah bijak dan menjadi pribadi yang lebih matang secara emosi.

Subhanallah…. Anak yang kita miliki pada hakikatnya adalah amanah yang ALLAH berikan. Amanah tersebut harusnya bisa kita jaga sebaik mungkin sehingga dia bisa berkembang dengan optimal dalam segala aspek, termasuk di dlmnya aspek emosi. Salah satu hal yang bs menjadi motivator terbesar bagi seorang tua untuk bs berubah menjadi lebih baik adalah anak.

Kita sebagai orang tua sudah tentu dan merupakan sebuah kewajiban menginginkan agar anak-anak kita bisa menjadi individu yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi, kritis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berani bertanya, memiliki toleransi terhadap stress yang tinggi, memahami kekuatan dan kelamahan dirinya, memiliki rasa empati yang tinggi, penuh rasa syukur terhadap penciptaNYA, mampu mengatur dan mengekspresikan emosinya dengan tepat, dan seluruh karakter positif lainnya. Dan sebagai “sekolah” pertama bagi anak, maka mereka pastinya akan mengadaptasi dan mengimitasi seluruh karakter orang tua di rumah.

Berdasarkan penelitian di bidang Neurologi, ternyata anak-anak yang seringkali mendapatkan label/ucapan yang negatif, teriakan-teriakan atau bentakan-bentakan dari lingkungannya, maka batang otak si anak akn mengalami pembengkakan yang akan menekan sistem limbik yang sangat berperan dalam mengendalikan emosi.

Karena itu, tak heran bila anak-anak yang kerap kali mendapatkan label2 negatif, bentakan dan teriakan apalagi dengan hukuman fisik, maka kelak ia akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi serta dalam membentuk konsep diri yang positif.

Hal ini lah yang sebaiknya perlu disadari oleh kita para orang tua untuk mau berubah dan belajar untuk mengatur dan mengendalikan emosi dengan lebih baik lagi.

Karakter anak-anak usia 3 -5 thn memang masih cenderung egosentris. Biasanya anak-anak pada usia ini dirasakan banyak orang tua menampilkan perilaku yang “menyebalkan”.

Mereka biasanya tidak mau turut perintah orang tua, tidak mau mengerjakan hal-hal yang diperintahkan dan malah mengerjakan hal-hal yang tidak disukai orang tua. Namun karena hal-hal tersebut memang sangat wajar pada anak-anak usia tersebut, maka sebaiknya kita sbg orang tua hrs bs lebih bijak dan cerdas dlm memandang masalah tersebut. Anak memang tetap hrs diberitahu dan diajarkan ttg norma2 dan aturan yang berlaku dalam lingkungan dan keluarga, namun cara-nya tetap hrs disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak.

Selain itu, hal lain yang perlu diketahui oleh orang tua adalah, semua perilaku anak,

undangan pernikahan murah di bekasi pada dasrnya adalah bertujuan untuk memancing perhatian dari kita orang tuanya. KArena itu, berikan perhatian yang besar saat anak menunjukkan perilaku yang kita harapkan, dan cukup kita abaikan saja perilaku anak yang negatif.

Ada beberapa hal penting yang bisa kita lakukan sehubungan dengan melatih diri kita sebagai orang tua dalam upaya meningkatkan kemampuan pengendalian emosi, antara lain adalah :

1. Bila kita tidak ‘siap’ menghadapi anak yang saat itu sedang marah, menangis, teriak-teriak, atau menunjukkan perilaku-perilaku tantrum lainnya, maka sebaiknya kita ‘menyingkir’ terlebih dahulu untuk menenangkan diri.

Segera pindah dari hadapan anak, dan lakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membuat kita lebih siap menghadapi anak dengan segala perilakunya. Ibu auat bapak bisa mengambil air wudhu, atau mandi, atau sholat sunnah 2 rakaat, atau masuk ke dalam kamar tidur untuk berbaring sebentar, atau melakukan aktivitas-aktivitas lain yang bs membuat kita lebih tenang. Setelah kita rasa sudah lebih siap, barulah kita masuk ke ‘arena’ anak tanpa mudah terpancing dengan perilaku terhadap anak anak.

2. Ketika anak sedang tantrum atau marah, kita tidak perlu menasehati panjang lebar. Cukup dengan memasang wajah afek datar dan abaikan segala perilaku tantrum tersebut.

Nanti, ketika anak sudah tenang, barulah kita peluk, cium sambil kita katakan bahwa betapa kita sangat mencintainya. Sampaikan pada anak mengenai perasaan Ibu atau Ayah bila sang anak marah2, teriak-teriak, melawan, pukul, banting2 barang, dll, dan tidak perlu nasihat yang panjang dan lebar.

dan ini juga Jangan sampai dilupakan, ketika anak menunjukkan perilaku yang baik dan positif, berilah apresiasi/penghargaan pada anak kita. Bisa dengan pujian yang disertai dengan senyum termanis dari Ibu dan Ayah, pelukan, ciuman, dll. Story telling atau mendongeng atau bercerita pada anak, juga merupakan terapi yang sangat efektif dalam membentuk karakter2 positif pada Balita kita. Ayah dan Ibu bisa membeli buku atau cukup “mengarang” cerita dengan konteks yang sesuai dengan masalah anak.

3. orang tua, Ayah dan Ibu juga harus memiliki waktu untuk diri sendiri. Pada waktu ini, Ayah dan Ibu bisa melakukan aktivitas-aktivitas yang sifatnya relaksasi atau dengan mengerjakan hobby yang bs mengobati rasa jenuh.

Tidak perlu waktu berjam2 lamanya, mendengarkan musik, membaca buku, berendam dibath tub dengan air yang hangat, olah raga, menelpon teman lama, merangkai bunga, berkebun, makan malam di luar bersama teman, adalah contoh2 aktivitas yang bisa dilakukan ayah dan ibu yang bisa membuat otak dan hati kita menjadi lebih fresh. Dengan demikian diharapkan kita bisa jauh lebih siap dalam menghadapi segala perilaku anak.

4. Hal yang tak kalah penting adalah dengan banyak berdo’a dan selalu memohon kepada ALLAH SWT agar kita senantiasa diberikan keshabaran dalam mendidik anak-anak kita.

Demikian sharing dari saya. Semoga ALLAH SWT senantiasa membimbing serta membantu kita untuk menjadi orang tua yang bijaksana, sabar, cerdas dan kreatif dalam mendidik, mengasuh dan membesarkan sang cahaya mata.

Wassalamu’alaykum Wr WB,

Fajriati Maesyaroh, Psi

Artikel lainnya »